I’m Never Going Back: Pengalaman Beralih ke Menstrual Cup

By guest contributor: Mima

It has been years that I have procrastinated on making the switch from disposable menstrual pads and now I can surely say that I’m so glad I did. My body is thankful and I’m never going back!

Banyak faktor dan pertimbangan yang aku pikirkan sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti menggunakan pembalut sekali pakai dan beralih ke menstrual cup, and I think you should (or at least think about it) too! Hal paling mendasar yang pertama kali membuat aku ingin beralih adalah my guilt for using disposable pad. Beberapa tahun ke belakang, aku memang lebih concern terhadap isu lingkungan dan mulai sedikit demi sedikit mengurangi limbah yang menjadi polusi untuk lingkungan.

Mulai dari menggunakan kendaraan umum, berhenti menggunakan sedotan plastik dan produk single-use plastic lainnya, memperpanjang usia pakaian untuk mengurangi limbah tekstil, dan lain-lain. Namun, setiap bulan saat menstruasi datang, aku selalu diliputi rasa bersalah karena menggunakan pembalut yang sebenarnya sama sekali tidak ramah lingkungan. Bayangkan, jika satu pembalut sama dengan 4 kantong plastik, dan dalam satu hari saja bisa menggunakan 3-4 pembalut, belum lagi plastik pembungkus untuk membuangnya, dikalikan dengan jumlah hari menstruasiku yang termasuk panjang, sekitar 8-12 hari. Berapa banyak limbah yang aku hasilkan hanya dari satu siklus menstruasi?

​Selain masalah lingkungan, rasa tidak nyaman saat pakai pembalut juga jadi alasan yang cukup kuat untuk aku beralih ke menstrual cup. Seringkali aku mengalami problem iritasi kulit yang bikin gak nyaman saat pakai pembalut. Setelah mencari tahu, ternyata iritasi ini bisa jadi disebabkan oleh kontaminasi zat-zat kimia yang ada di pembalut, yang juga berbahaya untuk area kewanitaan kita.​​ Di situlah aku mulai mengenal menstrual cup, tetapi belum langsung memutuskan untuk pakai.

Aku memastikan dulu apakah memang menstrual cup itu benar-benar aman dan nyaman untuk dipakai. Mulai dari baca berbagai artikel, melihat testimoni di sosial media, sampai bertanya langsung pada teman-teman yang sudah duluan pakai. Setelah aku merasa yakin bahwa menstrual cup adalah solusi yang aman dan nyaman untuk tamu bulananku, aku akhirnya memutuskan untuk membeli dan mencoba menstrual cup.

Now let’s talk about my first day using menscup, one of the toughest day ever. Pengalaman di hari pertama cukup menjadi sebuah nightmare untuk aku. Konsep memasukkan “sesuatu” ke dalam vagina memang terdengar menyeramkan bagi sebagian besar wanita Indonesia, terutama untuk wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual. ​​ Sejujurnya, setelah mencoba memasukkan menstrual cup untuk pertama kalinya, aku sudah hampir batal beralih dari pembalut biasa. Masukinnya aja sudah susah setengah mati, lalu keluarinnya? OMG, I don’t even want to talk about that!

Saat pertama kali memasukkan menstrual cup, aku mencoba berbagai cara lipat dan posisi yang aku rasa nyaman. Saat itu bener-bener stres sampai keluar keringat dingin. Ditambah lagi, saking paniknya aku sampai lupa potong kuku dan itu bikin sakit banget loh, so please pastikan kalian sudah potong kuku dulu sampai bersih ya sebelum pakai menscup! Dan ternyata, karena aku tegang itulah yang bikin proses memasukkan terasa lebih sulit dan sakit.

Bahkan di kali pertama itu, aku menaruh menstrual cup dengan posisi yang salah di dalam sana karena ada bagian yang terlipat dan aku terlalu takut untuk membetulkannya. It was quite painful sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk mengeluarkan dan membetulkan posisi menscup tersebut.​​Namun setelah beberapa kali percobaan dan usaha pengendalian diri agar lebih rileks, aku semakin luwes dan tau cara pakai dan lepas yang baik dan nyaman itu seperti apa. Practice makes perfect tuh bener adanya.

Satu hal yang menurutku jadi kunci kelancaran dalam hal lepas pasang menscup adalah rileks. Selain otot-otot yang jadi ikutan rileks (which is sangat memudahkan proses insert/removal mens cup), pikiran kita juga jadi lebih jernih dan fokus untuk mengingat dan melakukan cara lepas-pasang yang benar. Selama pakai menscup, aku benar-benar ngerasain perbedaan yang cukup signifikan loh, in a better way, of course.

Pertama, karena tahan lebih lama jadi bisa lebih fleksibel dalam mengatur kapan mau lepas untuk membersihkan dan pakai lagi. Kecuali di hari awal siklus yang memang alirannya nya lebih banyak, aku bersihkan 3 sampai 4 kali dalam sehari. Selebihnya, aku bener-bener merasa nyaman beraktivitas saat datang bulan tanpa takut bocor or even remember that it was there karena gak kerasa, bener-bener nyaman banget. Gak ada lagi rasa lembap, gatal atau bau gak sedap saat lagi menstruasi.

Ditambah lagi, karena terbuat dari medical grade silicone yang aman, tanpa bahan aneh-aneh, jadi aku gak perlu khawatir akan muncul iritasi atau infeksi karena menscup ini selama pemakaiannya benar. ​​Selain itu, menstrual cup ini benar-benar solusi yang lebih ramah lingkungan. Aku gak perlu lagi merasa bersalah karena menghasilkan limbah pembalut. Walau memang terasa lebih mahal di awal, menstrual cup ini bisa tahan hingga 10 tahun. Jadi kalau dibandingkan dengan pengeluaran beli pembalut selama 10 tahun, beli 1 mens cup ini jauh lebih ekonomis loh!

All in all, the cup was a huge relief of mental and physical annoyances and I do not plan on using anything else for my periods! With all the good and comfortable feelings that I got during my menstruation cycle, those minus points are just nothing! ​​Menggunakan menstrual cup merupakan kebiasaan baru sehingga memang perlu waktu untuk menjadi terbiasa. Tetapi, hal yang paling penting adalah kamu harus memulainya dulu. I understand that it’s not easy to change your lifestyle and make a shift to menstrual cup, because indeed we should have strong reason why we have to change sebelum memutuskan untuk mengubah gaya hidup, bukan sekedar mengikuti tren. So you can start discover yourself now and found your own reason.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s